Download Kitab al Jami'us Shohih mimma Laisa fi Shohihain
Karya: Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i rahimahullah
6.4M
kitabus sholat 8.5M
keutamaan adzan 7.6M
hadits 877 5.5M
hadits 880: apabila sholat sudah diiqomati, maka tidak ada sholat kecuali sholat yang fardu tersebut 11.5M
al jami'us shohih 16.4M
kitab sholat 11.9M
kitab sholat 14.2M
kitab sholat 14.8M
kitab sholat 11.3M
keutamaan sholat 14.1M
kitab sholat 7.1M
kitab sholat 10.8M
kitab sholat 10.2M
kitab sholat 3.6M
bab ibnu abbas tidak tahu bahwasanya nabi ﷺ membaca pada sholat sirriyah (hal 89) (sesi tanya jawab) 4.2M
bab القراءة في الظهر والعصر dan bab الجهر في صلاة الظهر بآية أو آيتين (hal 91-92) (sesi tanya jawab) 4.9M
kitab sholat hadits al-imam ahmad hal 95 باب القراءة في السرية والجهرية والإمام والمأموم والمنفرد 9.0M
kitab sholat bab tuma'ninah ketika ruku' dan sujud merupakan persyaratan sahnya shalat, hal 101-102 Bismillah...
Bagi para penuntut ilmu yang menyukai pelajaran hadits atau mahasiswa yang mengambil jurusan hadits sudah sepantasnya memiliki memiliki kitab yang sangat bagus ini, dan juga bagi para pecinta hadits-hadits shohih. Dikarenakan kitab ini mengandung kumpulan-kumpulan hadits-hadits shohih di luar dua kitab shohihain (shohih bukhori dan shohih muslim)
Kitab ini merupakan salah satu kitab yang sudah sangat dikenal di kalangan para penuntut ilmu. Dan penulisnya merupakan seorang imam dan ulama besar zaman ini, beliau adalah syeikh muqbil bin hadi al-wadi,i dan beliau juga juga merupakan pendiri salah satu markiz ahlus sunnah wal jamaa’ah terbesar yg pernah ada, yaitu markiz darul hadits dammaj.
Ibnu sirin rohimahulloh brkata “sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa engkau mengambil agamamu”
Maka sudah seharusnya sebelum kita membaca,belajar ataupun membeli kitab ini untuk kita mengetahui biografi pengarang kitab AL-JAMIUS SHOHIH MIMMA LAISA FII SHOHIHAIN ini.
_*BIOGRAFI*_
Syaikh Muqbil bin Hadi bin Qayidah al-Hamdany al-Wadi'i al-Khilaly (arab: مقبل بن هادي الوادعي) adalah salah seorang ulama besar kontemporer dari Yaman yang ahli dalam bidang sains Hadits.
Nama kunyahnya adalah Abi Abdirrahman, lebih dikenal dengan Syaikh Muqbil (atau: Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i). Lahir pada tahun 1932 di Dammaj, Yaman.
Ia adalah pendiri sekaligus mudir (rektor) pertama Ma'had Darul Hadits Dammaj yang kini menjadi markas (pusat) Ahlus Sunnah di negeri Yaman. Meninggal pada tahun 2001 dan disemayamkan di kota Mekkah, Arab Saudi.
Ia adalah Al Imam Al ‘Allamah Al Muhaddits Abu Abdirrohman Muqbil bin Hadi bin Qoyidah Al Hamdaniy Al Wadi’iy Al Yamaniy.
_*PENDIDIKAN*_
*AWAL*
Al Imam رحمه الله memulai menuntut ilmu di Al Maktab hingga menyelesaikan masa belajar di sana, kemudian ia pergi ke masjid Al Hadi, tetapi ia tidak terbantu untuk menuntut ilmu.
Sekian lama setelah itu ia pergi ke Tanah suci dan Najd, lalu meminta nasihat pada sebagian pemberi nasihat tentang apa sajakah kitab-kitab yang berfaidah untuk ia beli? Maka sang penasihat membimbing ia untuk membeli “Shohihul Bukhori”, “Bulughul Marom”, “Riyadhush Sholihih” dan “Fathul Majid”.
Ketika itu ia رحمه الله bekerja sebagai penjaga gedung di Hajun. Lalu ia tekun membaca kitab-kitab tadi. Dan kitab-kitab tadi menempel di benak ia karena praktik amalan di negerinya berlainan dengan apa yang ada di dalam kitab itu, terutama “Fathul Majid”.
*KEMBALI KE YAMAN*
Selang waktu kemudian ia pulang ke negerinya, dan mulai mengingkari perkara-perkara yang ia dapati ada di masyarakat seperti penyembelihan untuk selain Allah, pembangunan kubah di atas kuburan, seruan kepada orang mati, dan minta bantuan pada orang mati.
Maka berita itu sampai kepada orang syiah sehingga membuat mereka marah. Di antara mereka ada yang berkata: “Barangsiapa menukar agamanya, maka bunuhlah dia.” Dan di antara mereka ada yang mengirim utusan pada kerabatnya dan berkata: “Jika kalian tidak menghalanginya maka kami akan memenjarakannya.”
Setelah terjadi berbagai tekanan, mereka membikin ketetapan yang tidak bisa dielakkan oleh ia yaitu: mereka menetapkan untuk memasukkannya ke “Jami’ul Hadi.”
*BERSAMA SYEIKH ABUL HUSAIN*
Ketika terjadi pemberontakan kaum republik, beliau رحمه الله dan keluarganya meninggalkan negerinya dan tinggal di Najran. Ia tekun menyertai syaikh ia Abul Husain Majduddin Al Muayyad hingga ia mengambil faidah darinya terutama ilmu bahasa Arab. Ia tinggal di sana sekitar dua tahun.
*BERSAMA SYEIKH MUHAMMAD BIN SINAN*
Setelah dua tahun di Najran beliau kemudian pergi ke Tanah Suci dan Najd. Ia tinggal di Najd sekitar satu setengah bulan di Madrasah Tahfizhil Qur’an di bawah pengelolaan Asy Syaikh Muhammad bin Sinan Al Hadaiy رحمه الله.
Syaikh ini sangat memuliakan ia dikarenakan melihat ia sangat bisa mengambil faidah ilmu.
*DI MAKKAH*
Kemudian ia berangkat ke Mekah. Jika mendapatkan pekerjaan, ia bekerja, dan menuntut ilmu di malam hari, hadir di majelis ta’lim Asy Syaikh Yahya bin Utsman Al Bakistaniy pada pelajaran Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari]] dan Shahih Muslim.
Ia juga belajar syaikh yang mulia dan tinggi ilmunya: Hakim Yahya Al Asywal Al Yamaniy di pelajaran “Subulussalam” dan yang lainnya.
Ia juga belajar syaikh yang mulia dan tinggi ilmunya: Abdurrozzaq Asy Syahidziy Al Mahwitiy, di sebagian kitab-kitab yang ia minta untuk diajarkan.
*DI MA’HAD HAROMIL MAKKIY*
Ketika Ma’hadul Haromil Makkiy dibuka, ia masuk kesana dan belajar di sebagian masyayikh yang terkemuka seperti: Asy Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid, dan demikian pula Asy Syaikh Muhammad As Subayyil.
Setelah ia menetap di ma’had itu, berangkatlah ia ke Najron untuk mengambil keluarganya, kemudian ia tinggal di Makkah sepanjang masa belajar di Ma’had itu selama enam tahun. Ia belajar di antara waktu maghrib dan ‘Isya kepada Asy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Rosyid An Najdiy.
Dan belajar ke Asy Syaikh Muhammad bin Abdillah Ash Shoumaliy sekitar enam bulan, syaikh ini merupakan ayat Alloh dalam mengenal para rowi “Shohihain”. Ia mengambil faidah yang banyak dari syaikh tadi dalam ilmu hadits.
*DI MADINAH*
Kemudian ia pindah ke Madinah ke Al Jami’atul Islamiyyah di kuliah Da’wah Wal Ushuluddin. Dan termasuk syaikh ia yang paling menonjol adalah Asy Syaikh As Sayyid Muhammad Al Hakim Al Mishriy, Asy Syaikh Mahmud Abdul Wahhab Faid Al Mishriy.
Dan pada musim liburan ia masuk ke kuliah syari’ah, sehingga ia رحمه الله menyelesaikan dua kuliah dan diberi dua ijazah. Ia رحمه الله berkata: “Dan aku dengan pujian kepada Allah tidaklah diriku peduli dengan dua ijazah itu. Yang terpandang di sisiku adalah ilmu.”
Dan pada tahun itu dibukalah di universitas itu pendidikan tinggi yang dinamakan dengan Majister. Maka ia masuk ke pendidikan itu, yang mengkhususkan pada bagian ilmu hadits.
Dan Asy Syaikh Muhammad Al Amin Al Mishriy, Asy Syaikh As Sayyid Muhammad Al Hakim Al Mishriy, Asy Syaikh Hammad bin Muhammad Al Anshoriy.
Dan di sebagian malam ia menghadiri pelajaran Al Imam Abdul ‘Aziz ibnu Baz di Al Haromul Madaniy dalam “Shohih Muslim”, juga pelajaran Al Imam Al Albaniy dalam majelis-majelis ia yang khusus untuk para pelajar untuk mengambil faidah.
_*DAKWAH*_
*DI SAUDI ARABIA*
Sejak ia tinggal di Al Haromil Makkiy ia senantiasa mengajari sebagian penuntut ilmu kitab “Qothrun Nada”, dan “At Tuhfatus Saniyyah”. Di Madinah ia mengajari para penuntut ilmu kitab “At Tuhfatus Saniyyah”, dan di rumahnya ia mengajarkan “Jami’ut Tirmidziy”, “Qothrun Nada” dan “Ba’itsul Hatsits”.
Maka tersebarlah dakwah yang besar di Madinah sepanjang enam tahun itu, yang dilaksanakan oleh ia dan sebagian rekan ia. Dan berlangsunglah safari dakwah di seluruh penjuru kerajaan Saudi, sehingga masyarakat bisa mengambil faidah dan mencintai dakwah.
*PEMULANGAN BELIAU*
Ketika fitnah Juhaiman dan gerombolannya menyala, pemerintah Saudi memerintahkan untuk memulangkan seluruh orang asing. Ketika tiba di Yaman, pulanglah Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله ke desa ia dan tinggal di sana sambil mengajarkan Al Qur’an pada anak-anak, dan menegakkan dakwah. Maka syi’ah dan para musuh Islam mulai menyerang ia.
Pada suatu hari salah seorang pejabat memanggil ia, maka masuklah ia menemuinya disertai dengan Husain bin Qoid Majalli, lalu mulailah ia bicara tentang syi’ah, dan menerangkan bahwasanya syaikh dan orang-orang yang bersama ia itu mengajak orang kepada Al Kitab dan As Sunnah, dan bahwasanya Syi’ah merasa dengki pada mereka dengan dakwah tadi, syi’ah takut akan munculnya kebenaran.
Maka sang pejabat berkata:
“Sesungguhnya syi’ah telah membikin hitam sejarah Yaman. Selama dakwah Anda adalah demikian tadi, maka teruslah berdakwah, kami bersama Anda.”
Setelah itu ia رحمه الله tinggal di perpustakaan ia. Dalam waktu sebentar tiba-tiba saja datang beberapa orang Mesir, maka ia رحمه الله membuka pelajaran dari kitab-kitab hadits dan bahasa untuk mereka.
Dan terus-menerus para pelajar berkunjung dari Mesir, Kuwait, Tanah Suci dan Najd, Aljazair, Libia, Somalia, Belgia, dan dari banyak negri Islam dan yang selainnya.
_*KARYA-KARYA BELIAU*_
1. Ash Shohihul Musnad Mimma Laisa Fish Shohihain
2. Al Jami’ush Shohih Mimma Laisa Fish Shohihain
3. Tarojim Rijalil Hakim Fil Mustadrok
4. Tatabbu’ Auhamil Hakim Allati Sakata ‘Alaihadz Dzahabiy (telah dicetak bersama “Al Mustadrok”)
5. Tarojim Rijalid Daroquthniy Fi Sunanih
6. Ash Shohihul Musnad Min Dalailin Nubuwwah
7. Ash Shohihul Musnad Fi Asbabin Nuzul
8. Ghorotul Fishol ‘Alal Mu’tadin ‘Ala Kutubil ‘Ilal
9. Al Jami’ush Shohih Fil Qodar
10. Sho’qotuz Zilzal Li Nasfi Abathilir Rofdh Wal I‘tizal
11. Ijabatus Sail ‘An Ahammil Masail
12. Asy Syafa’ah
13. Riyadhul jannah Fir Rodd ‘Ala A’dais Sunnah
14. Ath Tholi’ah Fir Rodd ‘Ala Ghulatish Shufiyyah, Wa Hukmul Qubbatil Mabniyyah ‘Ala Qobrir Rosul صلى الله عليه وسلم.
15. Tuhfatul Mujib ‘Ala Asilatil Hadhir Wal ghorib
16. Al Makhroj Minal Fitnah
17. Rudud Ahlil ‘Ilmi ‘Alath Tho’inin Fi Haditsis Sihr
18. Al Mushoro’ah
19. Ilhadul Khumainiy Fi Ardhil Haromain DLL
_*PANDANGAN*_
Syaikh Muqbil adalah salah satu dari sekian banyak ulama Islam yang secara terang-terangan menyatakan penolakannya terhadap Osama bin Laden (Usamah bin Ladin) serta paham radikal yang ada padanya, salah satu pernyataan ia yang sangat terkenal adalah ketika ia menyatakan bahwa Osama bin Laden adalah penyebab banyaknya masalah yang dihadapi kaum Muslimin pada masa kini, aksi-aksi kekerasan (teror) dan pemberontakan yang mengatasnamakan Islam dibeberbagai belahan dunia, yang secara drastis membalik pandangan dunia atas Islam, hingga penganut agama Islam pun mendapatkan banyak tekanan secara global, dicurigai oleh aparat negara, serta penindasan oleh aparat dan masyarakat di berbagai belahan dunia.
Ia selanjutnya berkomentar pada sebuah wawancara:
_"Saya telah memberikan nasihat saya dan juga peringatan saya (kepada Bin laden) dan hanya Allah saja yang tahu apakah nasihat-nasihat dan peringatan itu sampai kepadanya atau tidak. Bagaimanapun, sebagian dari mereka benar-benar telah datang kepada kami, menawarkan bantuan dalam berdakwah dan menyebarkan seruan Allah. Sesudah itu, kami melihat mereka mengirimkan uang, meminta kami untuk membagikannya pada setiap pemimpin suku (didaerah kami); mereka meminta kami untuk memanfaatkan uang itu untuk membeli pelontar roket (rocket-launcher) dan senapan mesin. Namun saya menolaknya dan mengatakan pada mereka untuk jangan pernah lagi mendatangi rumah saya. Saya jelaskan pada mereka bahwa kegiatan kami hanya berdakwah dan kami tidak mengizinkan murid-murid kami untuk melakukan hal-hal lain selainnya (tindak kekerasan ataupun makar dan terorisme)."_
Syaikh Muqbil juga menulis buku, mengacukan Bin Laden sebagai pemimpin gerakan "Sektarianisme", "keberpihakan", "pendivisian", dan "keawaman dalam ilmu agama", serta mencela Bin Laden atas tindakannya yang suka memberikan uang untuk membeli senjata dan mengabaikan agamanya.
Seminar-seminar di Institut Darul Hadits Dammaj sangat terkenal dengan penentangannya terhadap Al-Qaeda, Syaikh Muqbil sendiri menyatakannya ketika diwawancarai oleh seorang reporter bernama Hassan al-Zayidi, dari koran/majalah Times Yaman pada tahun 2000.
Syaikh Muqbil menyatakan suatu pernyataan yang merujuk kepada Al-Qaeda dan gerakan takfiri (kelompok yang mudah mengkafirkan)
_"Kalian menghancurkan agama Allah dan membuat kerusakan pada syi'ar Islam di Inggris, Perancis, dan Amerika; sedangkan disisi lain kaum Muslimin menghadapi masalah dengan pemimpin-pemimpin dan aparat negara mereka (masing-masing), karena mereka (pemimpin dan aparat negara itu) berpikir bahwa kaum Muslimin itu semuanya sama dengan kalian (Al-Qaeda dan Bin Laden / tuduhan teroris). Mereka berpikir bahwa semua kaum Muslimin adalah sama dengan kalian yang haus darah dan suka menumpahkan darah. Tidak! Tidak! Kami adalah yang paling pertama menolak (pemikiran) mereka (Osama dan Al-Qaeda)!"_
Dalam hal yang bersifat hukum, Syaikh Muqbil tidak menyetujui didirikannya sekolah-sekolah yang mengajarkan praktik taklid atau menerima apapun dari ulama secara membabi buta tanpa mempertanyakan (keabsahannya/kebenarannya).
Pandangan ia ketika berbicara tentang prinsip hukum Islam sama dengan pemahaman para Sahabat Nabi Muhammad, yaitu menolak qiyas, atau penalaran analogis.
Untuk mengimplementasikan/melaksanakan syariat Islam haruslah totalitas dan tidak tebang pilih (pilih-pilih mana yang disukai saja, atau yang bisa dipahami logika saja). Ia merekomendasikan buku-buku dari ulama Zahiri seperti Ibnu Hazm dalam hal ini
_*GURU-GURU BELIAU*_
• Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
• Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
• Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
• Syaikh Abdullah bin Humaid
• Syaikh Muhammad as-Sabil
• Syaikh Abdul Aziz ar-Rasyid
• Syaikh Yahya al-Bakistany
• Syaikh Muhammad bin Abdullah ash-Shamaly
• Syaikh Muhammad Hakim al-Mishry
• Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Mishry
• Syaikh Yahya bin Utsman al-Mudarris al-Makkiy
• Dan lain-lain
_*MURID-MURID BELIAU*_
• Syaikh Yahya bin Ali al-Hajury
• Ummu Abdillah binti Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy
• Syaikh Abu Abdillah Kamal bin Tsabit bin Qoid al-Hammudiy al-‘Adniy
• Syaikh Abdirrahman 'Abdullah bin Ahmad bin Hasan al-Iryani
• Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid al-Hajuriy az-Za’kariy
• Syaikh Abu Hatim Abdulloh Al Asymuriy
• Syaikh Abu ‘Abdillah Zaid bin Hasan al-Wushabi
• Syaikh Abu ‘Amr ‘Abdul Karim al-Hajuriy
• Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al–Wushobi
• Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam
• Syaikh ’Abdul Aziz al-Bura'i
• Dzulqarnain M. Sunusi (Pondok Pesantren As-Sunnah - Makassar)
• Khidir M. Sunusi (Pondok Pesantren As-Sunnah - Makassar)
• Abu Fairuz 'Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy al-Jawiy al-Indunisiy
• Abu Turob Saif bin Hadlor al-Jawiy (Markiz Ahlus Sunnah - Bengkulu Utara)
• Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashori al-Jawiy (Pondok Pesantren Ittiba'us Sunnah Magetan, Jawa Timur - Indonesia)
• Abu ‘Abdirrohman Fathurrohman (Pondok Pesantren Umar bin khottob Kuningan, Jawa Barat - Indonesia)
