Syarh al Ushul min 'Ilmil Ushul - Ustadz Muhammad Sarbini



Download Kitab Syarh al Ushul min 'Ilmil Ushul

Karya: Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah

Download Kitab

Kajian Kitab Syarh al Ushul min 'Ilmil Ushul

Pemateri: al Ustadz Muhammad Sarbini hafizhahullah

Lokasi: Ma'had Darussunnah Mandalle, Pangkep

Sumber: t.me/kitab_al_ushulmin_ilmi_al_ushul


1. muqaddimah sebelum memasuki matan kitab

2. muqaddimah dari pengarang kitab al-ushul

3. definisi ushul fiqh yang pertama (lanjutan)

4. penjelasan masalah dari pendapat daud bin ali az-zohiri

5. tinjauan yg kedua dari penjelasan ushul fiqih

6. definisi hukum secara bahasa dan istilah

7. pembacaan ta'liq ibnu utsaimin terhadap al mubah dan pembagian hukum-hukum syar'iyah

8. pembagian hukum-hukum syar'iyah: wajib dan manduub atau sunnah

9. pembagian hukum-hukum syar'iyah: haram, makruh, dan mubah

10. hukum-hukum yang diletakkan oleh pembuat syariat

11. hukum-hukum yang diletakkan oleh pembuat syariat (lanjutan)

12. al ilmu

13. al kalam

14. al kalam (lanjutan)

15. pembagian al kalam: al haqiqah dan al majaz

16. al kalam: lanjutan al haqiqah dan al majaz

17. al kalam: pembahasan tentang al majaz

18. al kalam: lanjutan pembahasan tentang al majaz dan definisi al amr

19. bentuk-bentuk al amr

20. tuntutan al amr (perintah)

21. lanjutan tuntutan al amr (perintah)

22. lanjutan tuntutan al amr (perintah)

23. an nahyu (larangan)

24. an nahyu (larangan): kaedah mazhab hambali terkait dengan sah tidaknya perkara yang diharamkan

25. an nahyu (larangan): golongan yang dibebani dengan hukum syari'at

26. an nahyu (larangan): lanjutan golongan yang dibebani dengan hukum syari'at

27. an nahyu (larangan): penghalang-penghalang dari taklif

28. an nahyu (larangan): lanjutan penghalang-penghalang dari taklif

29. an nahyu (larangan): lanjutan penghalang-penghalang dari taklif

30. an nahyu (larangan): lanjutan 2 penghalang-penghalang dari taklif

31. definisi al 'am (umum)

32. al 'am (umum): bentuk-bentuk kata yang bermakna umum

33. al 'am (umum): lanjutan bentuk-bentuk kata yang bermakna umum

34. al 'am (umum): beramal dengan keumuman makna lafazh umum

35. al khaas (khusus): definisi al khaas

36. bab azh zhahir al mu'awwal

37. bab azh zhahir al mu'awwal: beramal dengan azh zhahir

38. al khaas (khusus): syarat-syarat perkecualian (1)

39. al khaas (khusus): syarat-syarat perkecualian (2)

40. al khaas (khusus): al mukhassisul munfashil (alat pengkhusus yang terpisah)

41. al khaas (khusus): lanjutan al mukhassisul munfashil (contoh-contoh pengkhususan dalil syari'at)

42. bab al muthlaq dan al muqayyad

43. bab al mujmal dan al mubayyan

44. lanjutan pembahasan bab al mujmal dan al mubayyan

45. bab an naskh

46. hukum an naskh

47. bab an naskh: perkara-perkara yang tidak bisa dinaskh (hapus)

48. bab an naskh: syarat an naskh yang ketiga

49. bab an naskh: pembagian an naskh dan hikmah an naskh

50. bab al akhbaar: definisi al akhbaar

51. bab al akhbaar: jenis perbuatan nabi yang kedua-keempat

52. bab al akhbaar: jenis perbuatan nabi yang kelima

53. bab al akhbaar: contoh khabaar dari nabi yang berupa sifat

54. bab al akhbaar: jenis-jenis khabaar ditinjau dari jalan periwayatannya

55. bab al ijmaa': definisi al ijmaa'

56. bab al ijmaa': jenis-jenis al ijmaa'

57. bab al ijmaa': syarat-syarat al ijmaa'

58. bab al ijmaa': lanjutan syarat-syarat al ijmaa'

59. bab al qiyaas: definisi al qiyaas

60. bab al qiyaas: hukum qiyaas

61. bab al qiyaas: dalil-dalil al qiyaas

62. bab al qiyaas: syarat-syarat al qiyaas

63. bab al qiyaas: lanjutan syarat-syarat al qiyaas

64. bab al qiyaas: jenis-jenis al qiyaas

65. bab al qiyaas: kebalikan al qiyaas

66. bab at ta'aarudh: keadaan ketiga apabila terjadi pertentangan antara dua dalil yang umum

67. bab at ta'aarudh: keadaan kedua apabila terjadi pertentangan antara dua dalil yang khusus

68. bab at ta'aarudh: jenis pertentangan dalil yang ketiga dan keempat

69. bab at ta'aarudh: keadaan kedua apabila terjadi pertentangan antara dua dalil yang lebih umum dari satu sisi dan lebih khusus dari sisi yang lain

70. bab at ta'aarudh: urutan pemetikan hukum dari dalil-dalil

71. bab at ta'aarudh: metode pentarjihan

72. bab tentang mufti dan orang yang meminta fatwa

73. bab tentang mufti dan orang yang meminta fatwa: syarat-syarat diwajibkannya atas mufti untuk berfatwa

74. bab tentang mufti dan orang yang meminta fatwa: empat perkara yang wajib atas orang yang meminta fatwa

75. bab ijtihad

76. bab at taqlid

77. lanjutan bab at taqlid

https://www.sunnah.me/2020/06/al-ushul-min-ilmil-ushul-ustadz.html

 Sumber:

sunnah.me, archive,google drive dll

-------------------------------------------------------------

Al Fudlail bin Iyyadl berkata :

“Saya telah mendapatkan bahwa sebaik-baik manusia seluruhnya adalah Ahli Sunnah dan mereka senantiasa melarang bergaul dengan ahli bid’ah.” (Al Lalikai 1/138 nomor 267)